PrivateLabel dan WhiteLabel di Rantai Pasok

Private label dan white label mungkin adalah dua istilah yg paling sering disalahgunakan dan membingungkan dalam rantai pasok. Keduanya mengacu pada produk-produk yg di-rebranding oleh retailer, namun ada perbedaan tipis di antara keduanya.

White label, produk generik dibuat oleh pabrik diperuntukkan bagi banyak retailer. Misalnya, produsen white label akan menjual sabun generik ke 10 pengecer berbeda. Setiap pengecer dapat memberi branding produk sesuai dg keinginan mereka.

Private label, produk dibuat oleh pabrik yg diperuntukkan khusus satu retailer. Retailer kemudian dpt membuat perubahan pd produk tsb seperti warna/ukuran, utk mengembangkan identitas merek mereka sendiri yg unik & menyesuaikan dg ciri khas dari retailer tsb. Produk private label biasanya lebih murah daripada merek nasional, & jika dipasarkan dg benar, berpotensi mendatangkan keuntungan besar.

Menurut Euromonitor, private label bernilai 10% dr penjualan global yg setara dg $350 miliar. Dalam hal industri, pangsa nilai tertinggi adalah kebersihan(14%), makanan kemasan(12%) & perawatan hewan peliharaan(12%). Kategori lainnya termasuk perawatan di rumah(6%), minuman panas(6%), minuman ringan 5%) dan kecantikan(3%).

Referensi :
pinterpandai.com
ecomdash.com

Dilihat sebanyak : 5 kali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.