PEKANBARU, GORIAU.COM – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak seharusnya berdiam diri melihat kondisi yang terjadi di Riau saat ini. Hampir enam juta rakyat Riau tidak tahu lagi harus berbuat apa, upaya pemadaman api gagal, bandara ditutup, negeri tetangga juga berkabut. Ini negeri penyumbang devisa negara, tapi begitu ada masalah, pemerintah pusat hanya duduk-duduk menonton dari televisi tanpa ada aksi.
”Jangan hanya pencarian pesawat Malaysia Airline saja yang dibantu. 6 juta rakyat Riau saat ini sudah hampir mati, kalau pun tidak mati, lima atau enam tahun lagi akan menderita. Presiden SBY adalah orang nomor satu di negeri ini, seharusnya bantu Riau sepenuh tenaga, ini negeri penyumbang devisa nagara, kok bisa dilupakan,” ujar anggota Komisi D DPRD Riau, Indra Isnaini kepada GoRiau.com, Kamis (13/3/2014) malam.Menurutnya, pemerintahan SBY terlalu cuek dengan membiarkan rakyat Riau harus menhirup udara kotor akibat kebakaran hutan.
”Sumbangsih Riau terhadap APBN dipandang sebelah mata oleh pemerintah RI. Apa yang kita lihat sampai hari ini tak ada tindakan serius dalam memadam kan api, dan tindakan yang berani menangkap cukong cukong dibalik perusakan hutan di Riau,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Dikatakan, asap yang dirasakan masyarakat Riau hari ini akan berdampak lima tahun yang akan datang dengan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat Riau,
Pekerja Riau hari ini yang bekerja ditengah asap akan terkapar 5 tahun yang akan datang karena asap yang dihirup mengandung partikel berat yang menyebabkan kanker paru-paru. ”Para pemimpin di pusat, tolong perhatikan Riau karena Riau adalah aset berharga bangsa ini,” tegasnya.
Seperti diketahui, akibat kabut asap di Riau, negeri ini sudah terisolir dengan tidak satu pun penerbangan yang menuju Riau pada hari ini hingga 15 Maret, dan ini akan sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Riau. ***
Ditulis oleh : Hermanto Ansam
Sumber : www.goriau.com
Dilihat sebanyak : 317 kali