Skenario Allah Itu Indah

Apa  yang kita rencanakan kadang tidak sesuai dengan rencana dan apa yang tidak kita rencanakan kadang malah membuat kita terkaget-kaget. Kita tida tahu, hanya Dialah yang Mahatahu. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.s. al-Baqarah [2]: 216)

Imam Bukhari menceritakan dalam Shahih-nya, “Seseorang laki-laki membeli sebidang tanah dan menemukan sebuah tempayan berisi emas dalam tanah itu. Katanya kepada si penjual, “Ambilah emasmu kerena hanya tanah yang saya beli dari engkau dan saya tidak membeli emas.”Kata yang punya tanah, “Tanah itu beserta isinya telah saya jual kepada engkau”. Keduanya lalu meminta keputusan seseorang. Kata orang itu, “Adakah kamu berdua mempunyai anak ?” Salah seorang di antara mereka berkata, “Ya , saya mempunyai seorang anak laki-laki.” Kata yang seorang lagi, “Ya saya mempunyai seorang anak perempuan.”

Kata Hakim, “Kawinkanlah anak perempuan itu dengan anak laki-laki ini dan belanjailah keduanya dari harta itu dan bersedekahlah.” Ketika Allah menghendaki dua orang untuk bersatu dan saling mencintai, dengan mudah ia membuat skenarionya. Indah sekali. Maka tidaklah salah ungkapan, “Skenario Allah itu indah.” Tidak semua yang kita minta diberikan oleh Allah SWT. Tapi Dia akan memberikan apa yang kita butuhkan.

Saudaraku, kegagalan cinta semoga tidak menjadikan kita patah arang. Siapa tahu Allah telah menyediakan pengganti yang lebih baik dengan scenario yang maha indah. Ikhtiar disertai kesungguhan, usaha dan rangkaian doa, semoga Allah mewujudkan cita-cita kita melalui skema cerita yang happy ending. Allahumma amin.

Sumber : Agar Jatuh Cinta Tak Jadi Bencana, halaman 114-115, Penulis Jauhar al-Zanki, cetakan Ke-4, Februari 2013

Dilihat sebanyak : 334 kali

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

[+] kaskus emoticons nartzco