Dengan Mengingat Allah Hati Menjadi Tenteram

             Pepatah mengatakan, “Ada canda ada tawa, ada kesal ada marah. Itulah dinamika, namanya juga hidup.” Ya, seperti itulah hidup. Hidup yang kita jalani akan semakin bermakna manakala dilalui dengan aktivitas yang bermanfaat. Belajar, ibadah, bekerja dan melakukan aktivitas yang diridhai Allah SWT.

           Kita tidak bisa menghindar dan lari dari kenyataan, tapi harus kita hadapi hidup dengan optimis dan penuh keyakinan. Terjalnya tebing dan curamnya jurang mesti dilalui dengan penuh percaya diri dan keyakinan kepada Sang Penggenggam alam semesta, Allah SWT.                Bagi saudaraku yang sedang dirundung duka, resah, gelisah dan was-was mari mengingat Allah. Berkomunikasi, memohon, meminta, mengadu dsn mencurahkan isi hati kepada Sang Rabbul ‘Izzati, “…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Q.s. ar-Ra’d [13]: 28).

                Duhai Allah yang kuasa

                Cahya-Mu mulia alangkah indahnya

                Terangi hati yang lama resah

                Tentramkan jiwa yang gelisah

                (Seismix, “Duhai Allah”)

             Yakinlah bahwa Allah mempunyai rencana tersendiri. Bukankah setiap manusia telah ditentukan garis takdirnya? Perjalanan hidup setiap manusia berbeda-beda. Ada yang mudah menjalani hidup, da nada pula yang susah. Ada yang digampangkan, ada pula yang harus dengan susah payah melalui usaha dan pengorbanan baru didapati apa yang dicita-citakannya. Hidup, mati, rezeki, jodoh, bahagia dan celaka, semua telah diset dengan ketentuan yang pasti oleh Sang Maha Pengatur kehidupan.

            Demikian pula dengan jodoh, ada yang gampang ada yang sulit. Ada yang belum siap menikah sudah ada yang melamar. Ada yang sudah siap malah belum mendapatkan pasangan. Ada yang sudah siap malah belum mendapatkan pasangan. Dan ada pula yang sama-sama belum siapa, tetapi hatinya sudah terpaut satu sama lain. Kebahagiaan bagi sudaraku yang sudah siap lalu Allah mempertemukan dengan pasasangannya yang juga siap menikah. Subhanallah…!

           Mari tata diri dengan zikir agar Ia menghembuskan hawa sejuk ke dalam hati, sehingga hati kita menjadi tenang, tenteram dan optimis mengarungi samudera kehidupan. “Ketika lidah tidak bergerak,” kata Dr. ‘Aidh al-Qarni, “tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berzikir dengan nama-Nya. Dengan bagitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut asma-Nya, keyakinan akan semakin kokoh.

Sumber : Judul Buku “Agar Jatuh Cinta Tak Jadi Bencana”, halaman 122-124, Penulis Jauhar al-Zanki, cetakan Ke-4, Februari 2013

Dilihat sebanyak : 345 kali

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

[+] kaskus emoticons nartzco